Pendidikan HAM

Pemenuhan hak asasi manusia dapat dicapai, jika ada informasi yang tepat dan upaya pemenuhannya dilakukan terus menerus oleh pemangku kewajiban. Pendidikan HAM memiliki mandat untuk   mempromosikan nilai, keyakinan dan sikap yang mendorong individu, masyarakat, komunitas dan  aparat negara  untuk lebih menghormati dan menegakkan hak asasi manusia. Oleh karena itu pendidikan hak asasi manusia juga memiliki kontribusi dalam upaya pencegahan pelanggaran HAM, menghapuskan diskriminasi, memajukan kesetaraan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam gerakan hak asasi manusia.

Pendidikan hak asasi manusia juga merupakan investasi jangka panjang dalam  upaya mendorong pemenuhan dan perlindungan hak asasi manusia, baik oleh pekerja hak asasi manusia, mahasiswa, masyarakat sipil, maupun oleh aparat dan lembaga negara. Peningkatan kesadaran akan hak-hak    bagi masyarakat dan pekerja hak asasi manusia, akan mendorong mereka menyadari hak-haknya. Dan bagi lembaga negara, akan membantu mereka dalam melakukan upaya pemenuhan dan perlindungan hak asasi manusia, sesuai dengan fungsi dan mandatnya masing-masing.

Pendidikan hak asasi manusia telah memperoleh perhatian besar secara internasional dan nasional. Di tingkat internasional, terlihat dari adanya berbagai pelatihan, materi dan rekomendasi-rekomendasi kepada Indonesia untuk peningkatan kapasitas tentang hak asasi manusia mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, dan pada aparat negara dan lembaga-lembaga negara, termasuk aparat penegak hukum. Di tingkat nasional, upaya peningkatan kapasitas melalui pendidikan HAM juga dilakukan oleh kelompok masyarakat sipil dan pemerintah.

Oleh karena itu, ELSAM sebagai organisisasi  yang berdiri sejak 1993, yang berkonsentrasi pada advokasi hak asasi manusia, menjadikan pendidikan  hak asasi manusia sebagai salah satu  langkah advokasi yang sudah dilakukan sejak ELSAM berdiri hingga saat ini. ELSAM menyadari bahwa pendidikan hak asasi manusia dan advokasi  tidak dapat  dipisahkan satu dengan yang lainnya. ELSAM selama ini telah melakukan berbagai  pendidikan dan pelatihan  bagi pengacara, aparat penegak hukum, pekerja hak asasi manusia, mahasiswa. Berbagai pelatihan yang dilakukan oleh ELSAM antara lain; Kursus HAM untuk Pengacara, yang rutin dilakukan setiap tahunnya, Pelatihan Monitoring dan Investigasi Pelanggaran HAM, Pelatihan Pemantauan Pelanggaran Hak Ekosob, Pelatihan HAM bagi Mahasiwa, Pelatihan HAM bagi Aparat Penegak Hukum, Pelatihan  bagi Pelatih Hak Asasi Manusia, Pelatihan Advokasi Internasional.

Sebagai bagian dari program pendidikan dan pelatihan hak asasi manusia, ELSAM menyusun, mengembangkan dan menyebarluaskan berbagai modul-modul pelatihan hak asasi manusia, serta menyediakan bahan-bahan bacaan dan video pengajaran. Semua materi tersebut, dapat diakses dan digunakan untuk pendidikan hak asasi manusia. Selain itu, ELSAM juga menyediakan narasumber yang kompeten untuk memberikan pendidikan dan pelatihan HAM, dengan membangun jaringan narasumber dari seluruh Indonesia. Pendidikan dan pelatihan HAM yang diadakan oleh ELSAM menggunakan berbagai pendekatan sesuai dengan kebutuhan pendidikan dan pelatihan HAM. 

ELSAM akan terus melakukan pendidikan dan pelatihan HAM bagi semua kalangan, dan ELSAM akan terus melakukan upaya perbaikan, demi pemajuan hak asasi manusia di Indonesia. 



PENDIDIKAN HAM
Pelatihan HAM bagi Hakim Pengadilan Negeri II:
Kebhinnekaan: Bukan Ancaman Melainkan Sebuah Kekuatan
Pelatihan HAM bagi Hakim Pengadilan Negeri dengan tema “Toleransi dalam Kebhinnekaan sebagai Paradigma Peradilan,” untuk gelombang kedua resmi ditutup pada Kamis, (12/3) di Bogor. Pelatihan hasil kerja sama ELSAM dan Balitbang Diklat Kumdil MA RI, yang ...

PENDIDIKAN HAM
Pelatihan HAM bagi Hakim Pengadilan Negeri II:
Peran, Status dan Kedudukan Hakim: Independensi & Imparsialitas vs Realitas Sosial
Dengan status, peran, dan kedudukannya tersebut, hakim dituntut untuk memiliki independensi dan imparsialitas yang melekat kuat dalam dirinya. Namun, di Indonesia realitas sosial hakim masih buruk. Pada banyak kondisi, situasi yang buruk tersebut menjadi ...

PENDIDIKAN HAM
Pelatihan HAM bagi Hakim Pengadilan Negeri II:
Prinsip HAM Penting bagi Hakim Dalam Memutuskan Perkara
Prinsip-prinsip HAM sangat penting diperhatikan oleh hakim dalam pengambilan keputusan di peradilan. Menurut Agus Subroto, SH., M.Hum, hal itu penting untuk menjaga toleransi kebhinnekaan

PENDIDIKAN HAM
Pelatihan HAM bagi Hakim Pengadilan Negeri II:
Toleransi: Fondasi untuk Mengelola Kemajemukan
Hak kemerdekaan beragama atau berkeyakinan memiliki dua dimensi yaitu dimensi internum dan eksternum. Dalam dimensi internum, agama tidak bisa dibatasi oleh negara. Sementara dalam dimensi eksternum, negara memang harus memberikan pengaturan dalam rangka ...

PENDIDIKAN HAM
Pelatihan HAM bagi Hakim Pengadilan Negeri II:
Institusi Peradilan Harus Memiliki Paradigma Toleransi dalam Kebhinnekaan
Institusi peradilan sebagai representasi negara sekaligus pemegang peran kunci dalam menegakkan dan melindungi hak kebebasan beragama atau berkeyakinan, harus memiliki paradigma toleransi dalam kebhinnekaan

PENDIDIKAN HAM
Pelatihan HAM bagi Hakim Pengadilan Negeri II:
Batasan Tanggung Jawab Negara dalam Kebebasan Beragama
Negara memiliki batasan tanggung jawab untuk melindungi dan menjamin keberlangsungan kebebasan beragama atau berkeyakinan. Ketika agama bicara mengenai definisi kebenaran, menurutnya, negara harus absen.

PENDIDIKAN HAM
Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) LXXII 2015:
Mendorong Jaksa yang Berperspektif HAM
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004, jaksa memiliki peran yang cukup besar dalam upaya penegakan hak asasi manusia (HAM), terutama dalam ruang lingkup administrasi peradilan. Oleh karenanya dipandang perlu untuk membekali pengetahuan tentang ...

AGENDA
Pelatihan HAM bagi Hakim Pengadilan Negeri: Toleransi dalam Kebhinnekaan sebagai Paradigma Peradilan Gelombang Kedua
ELSAM bekerjasama dengan Badiklat Litbang Kumdil Mahkamah Agung Republik Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Hak Asasi Manusia dengan tematik isu Hak Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan. Pelatihan ini diharapkan dapat membangun paradigma dan memperluas ...

PENDIDIKAN HAM
Pelatihan HAM bagi Hakim Pengadilan Negeri:
Hakim Harus Memiliki Paradigma Toleransi dalam Kebhinnekaan
Lembaga peradilan sebagai kunci utama di dalam bidang penegakan hukum yang adil dan berkeadilan, dituntut untuk mengadili menurut hukum dan tidak membeda-bedakan orang dari pemeluk agama atau aliran apapun.

PENDIDIKAN HAM
Pelatihan HAM bagi Hakim Pengadilan Negeri
Sejarah Kearifan Nusantara Masa Lalu sebagai Paradigma Toleransi
Dalam sistem peradilan, institusi pengadilan dan hakim memiliki peran yang sangat penting dalam menegakkan hukum dan memberikan keadilan, termasuk kepada minoritas korban hak kebebasan beragama atau berkeyakinan.
1 2 3 4 5 Next