Laporan Pemantauan Proses Persidangan Pelanggaran Berat HAM di Pengadilan HAM Ad Hoc Kasus Timor Timur - Elsam.or.id Laporan Pemantauan Proses Persidangan Pelanggaran Berat HAM di Pengadilan HAM Ad Hoc Kasus Timor Timur

Pengadilan HAM ad hoc ini merupakan pengadilan yang pertama berhadapan dengan bentuk extra ordinary crimes dan hasil serta proses yang terjadi akan menjadi acuan bagi penyelesaian berbagai kasus pelanggaran ham yang terjadi di Indonesia.

Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) menganggap perlu adanya sebuah pengamatan terhadap proses pengadilan. Pengamatan dalam bentuk monitoring ini dilakukan berdasarkan rangkaian pemeriksaan dalam proses persidangan.

Pengadilan HAM ad hoc yang tengah mengadili perkara kejahatan terhadap kemanusiaan di Timor Timur pada masa pra dan paska jajak pendapat ( April-September 1999) masih terus berlangsung. Sampai saat ini pengadilan ini tengah menyidangkan tiga berkas perkara masing-masing yaitu satu berkas perkara atas nama Abelio Soares (mantan Gubernur Timtim), satu berkas untuk lima terdakwa masing-masing drs Herman Sedyono (mantan Bupati KDH Tk II Covalima Timor Timur), Lieliek Koeshadianto (mantan Komandan Distrik Militer/DANDIM 1635 Suai), drs. Gatot Subiyaktoro (Mantan Kapolres Suai), Achmad Syamsudin (Mantan Kasdim 1635 Suai) dan Sugito (Mantan Danramil Suai). Sedangkan berkas ketiga menghadapkan terdakwa atas nama drs Timbul Silaen (mantan Kapolda Timtim).  Ketiga berkas perkara ini mencakup peristiwa pelanggaran berat ham pada masa pra dan paska jajak pendapat yang terjadi dalam periode April September 1999 dengan locus delicti di Liquisa, Suai dan Dili.




Downloads
Artikel Terkait