KEBEBASAN BERAGAMA ATAU BERKEYAKINAN <br> Mengaku Ditekan, Saksi JPU Cabut BAP Kepolisian - Elsam.or.id KEBEBASAN BERAGAMA ATAU BERKEYAKINAN
Mengaku Ditekan, Saksi JPU Cabut BAP Kepolisian

Selasa, 21 April 2015

ELSAM, Banda Aceh– Sidang dugaan penodaan agama oleh organisasi Gafatar kembali digelar Pengadilan Negeri Banda Aceh, pada Selasa (21/4). Sidang ketiga dengan agenda pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) ini dimulai pada pukul 11.00 WIB.

Sidang ketiga ini dilakukan dengan dua putaran, yakni pertama dengan terdakwa T. Abdul Fatah sedangkan putaran kedua dilakukan dengan terdakwa Ketua Gafatar Kota Banda Aceh Althaf Mauloyul Islam, Wakil Ketua Gafatar Aceh Musliadi, Kabid Informasi Gafatar Aceh Fuadi Mardhatillah, Sekretaris Gafatar Aceh Ayu Ariestiana dan Ridha Hidayat.

Untuk sidang pemeriksaan saksi dengan terdakwa T. Abdul Fatah, JPU menyiapkan dua saksi, yakni mantan ketua bidang Pendidikan Gafatar Aceh Lia Zaradifah dan Sekretaris Gafatar Aceh Ayu Ariestiana, yang juga merupakan terdakwa pada kasus ini. Untuk itu, pengacara terdakwa Muhammad Reza Maulana, SH mengajukan keberatan dengan pemeriksaan saksi yang juga terdakwa pada kasus yang sama.

“Menurut yurisprudensi Mahkamah Agung, saksi mahkota tidak dapat dijadikan saksi,” katanya.

Namun majelis hakim menolak keberatan tersebut dan melanjutkan pemeriksaan.

Sementara untuk putaran kedua, JPU menghadirkan 5 orang saksi yang juga merupakan mantan anggota Gafatar, yakni Zarahatul Jannah, Arina, Lia Zaradiva, Dewi Novita Sari dan Sarah Rizqa. Karena keterbatasan waktu, pemeriksaan baru dilakukan terhadap saksi Zarahatul dan saksi Arina. Sedangkan untuk saksi lainnya akan dilanjutkan pada sidang berikutnya.

Pada sidang yang berlangsung kurang lebih 5 jam ini, para saksi yang dihadirkan JPU menolak dan mencabut Berita Acara Penyidikan (BAP) Kepolisian. Mereka mengaku mendapatkan tekanan dan intervensi ketika memberikan keterangan di kepolisian.

“Saya mencabut BAP dan keterangan pada persidangan ini adalah keterangan yang sebenarnya,” ujar Lia Zadifah.

Hal yang sama juga dilakukan oleh saksi Zaharatul, yang menyatakan pemeriksaan di kepolisian dilakukan hingga larut malam dan mendapatkan tekanan.

“Waktu itu kita di-BAP malam hari dan kita ditekan. Jadi saya tidak terlalu membaca BAP,” terangnya.

 

Penulis: Muhammad Al Miyzaan

Editor: Ari Yurino


Artikel Terkait