SIARAN PERS BERSAMA: MENDESAK HENTIKAN KRIMINALISASI TERHADAP RAKYAT KOLOBAWAH DAN PEMERINTAH USUT AMDAL PT. MEDCO - Elsam.or.id SIARAN PERS BERSAMA: MENDESAK HENTIKAN KRIMINALISASI TERHADAP RAKYAT KOLOBAWAH DAN PEMERINTAH USUT AMDAL PT. MEDCO

SIARAN PERS

ELSAM, KONTRAS, YLBHI, WALHI, IHCS, KIARA, SAWIT WATCH, LBH APIK, KPA dan IHI


MENDESAK HENTIKAN KRIMINALISASI TERHADAP RAKYAT KOLOBAWAH DAN PEMERINTAH USUT AMDAL PT. MEDCO

Jakarta, 9/11. Anak miskin tak sekolah, pemuda desa tak kerja, di negeri kaya ini beribu rakyat bersimbah darah adalah ungkapan yang tepat bagi rakyat Desa Kolo Bawah Kabupaten Morowali Propinsi Sulawesi Tengah. Karena walau posisi desa terpencil di tengah laut namun kekayaan alamnya melimpah terutama hasil laut telah mampu mencukupi kebutuhan dasar mereka semua. Tentram dan bersahabat dengan alam adalah ciri utama kehidupan Desa Kolo Bawah. Namun semua itu buyar ketika proyek tambang migas yang dioperasikan PT. Medco Energi mulai beroperasi sejak 2005.

Nelayan tradisional yang biasanya mudah mendapat ikan, kini mulai kesulitan karena adanya pembatasan wilayah operasi tangkapan ikan oleh perusahaan migas itu. Padahal negara menyatakan agar hak-hak nelayan tradisional dilindungi. Dan yang lebih memilukan, pada 22/8/11 rakyat Kolo Bawah betul-betul bersimbah darah setelah timah panas polisi mengenai tubuh anak-anak Kolo Bawah. Delapan orang terluka tembak dan dua diantaranya meninggal ditempat dan dalam perjalanan. Sungguh penembakan itu bukanlah watak anak bangsa yang menganut dan menjunjung tinggi nilai dan  ajaran Pancasila sebagai falsafah hidup dan berkehidupan.

Proses penanganan korban penembakan ketika berada di RS Bhayangkara dirasakan oleh korban tidak mendapatkan standar layanan, seperti dilakukannya informent conscent dan harus ada pemeriksaan radiologi (pre and post) bukan hanya dibersihkan dan dijahit lukanya. Hal ini menyebabkan tidak dilakukan observasi terhadap proyektil peluru dan serpihan peluru yang ada di tubuh korban, sehingga menyebabkan salah satu korban Sdr. Zainudin mengalami sakit akibat peluru yang bersarang di paha kanan terhimpit 2 (dua) pembuluh besar sampai saat ini belum diangkat dari tubuh korban.

Lima tahun sudah anak-anak Kolo Bawah menuntut rasa keadilan kepada perusahaan raksasa yang telah mengeksploitasi kekayaan alam di sekitar desa, bukannya membawa rakyat pada kemakmuran dan kesejahteraan sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945. Justru kesengsaraan yang dirasakan terus berlanjut hingga sekarang.

Dua bulan sudah tragedi berdarah itu berlalu, korban pun telah dimakamkan, namun tetap rakyat Kolo Bawah tidak mendapatkan rasa keadilan, yang terjadi justru bertambah jumlah orang yang dijadikan tersangka. Setelah 20 orang ditahan -termasuk empat orang anak dibawah umur- kini bertambah lagi 24 orang dipanggil untuk dijadikan tersangka. Melihat cara kerja polisi yang menjadikan seorang yang telah meninggal dunia juga dimasukan dalam daftar tersangka, nampak sekali polisi bekerja secara sporadik dan tidak profesional menjalankan tugasnya selaku pengayom hukum.

Setelah mendengarkan keterangan dari para korban dan masyarakat Kolo Bawah serta melihat langsung kondisi di lapangan maka setidaknya ada dua hal yang perlu kami sampaikan. Pertama adalah ditemukannya pemutarbalikan keterangan oleh aparat sehingga merugikan para korban, dan kedua pelaksanaan proyek pertambangan minyak dan gas telah menimbulkan dampak besar dan penting sehingga menimbulkan konflik yang bersifat laten dan adanya korban jiwa.

Terkait poin pertama maka kami meminta Majelis Hakim yang akan menggelar sidang perdana pada 10/11 agar bertanya dan mendengar keterangan para tersangka secara mendalam. Hal ini dimaksudkan agar hakim tidak salah dalam menetapkan putusan  dan demi keadilan hukum.

Terkait poin dua, karena telah menimbulkan dampak penting dan besar, kami memandang telah terjadi kekeliruan dalam proses penyusunan maupun materi yang terkandung dalam dokumen Analisis Mengenai  Dampak Lingkungan. Untuk itu kami mendesak pemerintah yang bertanggung jawab agar melakukan audit lingkungan dan meninjau Amdal yang ada. Karena hakikat Amdal adalah keterbukaan informasi dan peran serta masyarakat yang digunakan bagi pengambilan keputusan. Melihat fakta yang ada nampak sekali proyek yang ada telah berlawan dengan hakikat Amdal itu sendiri dan cendrung menampikan keberadaan rakyat disekitarnya

Selesai.

 

Kontak Person

Sinung Karto              (KontraS)        : 0818873283

Berry Nahdian Forqan  (WALHI)        : 08125110979

Abdul Kadir               (YLBHI)         : 085242880070

Saraswati Muniggar     (LBH Apik Sulteng) : 081219212124

Edi Sutrisno               (Sawit Watch) : 081315849153

Martin                        (Kiara)             : 081286030453

Andi Muttaqien          (ELSAM)        : 08121996984

Priadi                         (IHCS)           : 085295594848




Artikel Terkait