Notice: session_start(): ps_files_cleanup_dir: opendir(/var/lib/php5) failed: Permission denied (13) in /var/www/elsam.or.id/lama/jfKlass3v2/jfkInclude.php on line 2

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /var/www/elsam.or.id/lama/jfKlass3v2/jfkInclude.php:2) in /var/www/elsam.or.id/lama/jfKlass3v2/jfkInclude.php on line 4
ELSAM | Defending human rights for justice
Berkontribusi untuk Kemajuan HAM <br>LAPORAN PELAKSANAAN PROGRAM 2009 - Elsam.or.id Berkontribusi untuk Kemajuan HAM
LAPORAN PELAKSANAAN PROGRAM 2009

Tahun 2009 merupakan “tahun politik” Indonesia. Hiruk-pikuk persoalan politik sudah terjadi sejak awal tahun hingga Pemilu legislatif (April 2009) dan kemudian pemilihan langsung Presiden-Wakil Presiden (Juli 2009). Banyak persoalan HAM bermunculan di sini. seperti dugaan kecurangan Pemilu, hilangnya suara jutaan pemilih akibat tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT), perseteruan

“cicak vs buaya” yang melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Kepolisian, sampai pro-kontra keputusan bail-out Bank Century.

Benar bahwa kebebasan berbicara, berserikat dan berkumpul, serta kebebasan memilih wakilnya di parlemen maupun pemilihan langsung Presiden dan Wakil Presiden semakin baik. Namun di sisi lain persoalan pelanggaran HAM masih juga banyak dan tetap terjadi. Masalah-masalah HAM tersebut belum mengalami perbaikan berarti.

Pelanggaran HAM yang terjadi di masa lalu belum juga mendapat penyelesaian secara adil. Penyelesaian dan pertanggungjawaban kasus pasca 1999 seperti kasus pembunuhan aktivis HAM Munir atau pun persoalan warga Sidoarjo dengan PT Lapindo Brantas masih berlarut-larut dan belum memberi solusi adil dari sudut pandang korban. Pemenuhan dan pemajuan HAM masih dinomorduakan

oleh pemerintah dan parlemen hasil Pemilu 2009. Bahkan menjelang akhir Desember 2009, Kejaksaan Agung malah melansir keputusan pelarangan atas lima judul buku yang berarti pelanggaran atas hak menyampaikan dan memperoleh informasi.

Sementara itu, warga masyarakat miskin ternyata semakin bertambah. Warga negara banyak yang kesulitan mengakses pangan, pekerjaan, maupun fasilitas kesehatan. Hak ekonomi, sosial, dan budaya (Ekosob) berpotensi kian memburuk. Terlepas dari adanya krisis global, negara sendiri belumlah maksimal mengerahkan segenap sumber dayanya untuk memenuhi hak Ekosob warganya.

Dalam konteks seperti ini, ELSAM berkomitmen meneruskan kerja-kerjanya dalam melindungi dan memajukan HAM. Laporan ini merupakan laporan pelaksanaan dari kerja ELSAM selama 2009.

Program 1

BERUPAYA MENUNTASKAN KASUS-KASUS HAM

Selama bertahun-tahun,serangkaian pelanggaran HAM telah terjadi di Indonesia, mulai dari kasus orang hilang, peristiwa politik 1998, pembunuhan Munir sampai masalah lumpur Lapindo. Setelah 11 tahun era reformasi berjalan, pemerintah masih terkesan enggan dan terlalu lambat menuntaskan berbagai pelanggaran HAM di masa lalu itu. Lambannya penyelesaian dan lampaunya waktu mengakibatkan terjadinya amnesia publik, masyarakat mulai melupakan dan kehilangan semangat berjuang menuntut keadilan. Atas dasar itu, pada 3 – 7 Juli 2009, ELSAM bersama Kontras, Grafisosial, Ruang Rupa, dan ISSI, menyelenggarakan Pameran “Grafis Melawan Lupa: Pameran Media Kampanye Masyarakat Sipil tentang Pelanggaran HAM Masa Lalu” di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Acara ini bertujuan menyegarkan ingatan masyarakat akan kasus-kasus pelanggaran HAM tersebut dan menuntut  penyelesaian yang adil bagi korban. Jumlah yang hadir 900 - 950 pengunjung, terdiri dari mahasiswa berbagai universitas (Universitas Tarumanegara, UIN Paramadina, UNJ, dan lain-lain) dan masyarakat umum. Adapun rangkaian acaranya adalah:

- Pidato Kebudayaan “Gerakan Kebudayaan sebagai Negosiasi atas Masa Lalu” oleh Ketua DKJ Marco Kusumawijaya (Ketua DKJ).

- Acara seni dan budaya dari Agus PM Toh, Sanggar Anak Akar dan Efek Rumah Kaca.

- Diskusi ”Anak Muda Bicara Masa Lalu” bersama Nicolas Saputra dan Atnike Nova Sigiro.

- Diskusi “Inisiatif Melawan Lupa” bersama Otty Widasari, Arman, Fitri Ngantiwani.

Sebelumnya, ELSAM telah melakukan pengorganisasian dan workshop persiapan acara peringatan kasus-kasus pelanggaran HAM di masa lalu di Jakarta, 31 Maret – 1 April 2009. Melalui aktivitas-aktivitasnya, ELSAM menyediakan berbagai media untuk mengembangkan pemahaman yang baik bagi publik—baik itu mahasiswa, akademisi, kaum muda, korban pelanggaran HAM dan masyarakat umum—arti penting penyelesaian pelanggaran HAM berat di masa lalu. Berbagai inisiatif ini merupakan upaya ELSAM untuk terus menagih pertanggungjawaban atas kasus-kasus pelanggaran HAM di masa lalu. Bentuk aktivitasnya antara lain dengan melakukan kunjungan yang diikuti diskusi bersama kelompok korban pelanggaran HAM berat di masa lalu. ELSAM menangani korban pelanggaran HAM dengan profesi beragam mulai dari buruh, ibu rumah tangga sampai seniman dalam rentang usia 30 – 80 tahun, di berbagai daerah seperti Kalimantan Timur, Bali, Solo, Boyolali, Aceh, Papua, Pati, Lasem, Ambon, Maluku dan Poso. Banyak diantara mereka kehilangan mata pencaharian setelah menjadi korban pelanggaran HAM. Kunjungan dilakukan ke beberapa kota yaitu Bali pada 23-27 April 2009, Solo pada akhir Juli 2009, Ambarawa pada awal Agustus 2009, Pati dan Juwana pada 11-15 Agustus 2009. Bersama mereka, ELSAM berdiskusi mengenai harapan korban (karena korban saat ini sudah tua) terhadap generasi yang lebih muda, soal kelanjutan kasusnya maupun kepentingan bangsa yang lebih luas. ELSAM menyadari pentingnya peningkatan kesadaran HAM demi terciptanya Indonesia yang demokratis, taat hukum dan damai. Untuk itu ELSAM mengembangkan berbagai kegiatan yang dikhususkan bagi anak-anak muda. Kegiatan itu bertema “Menemukan Indonesia dalam Perbedaan” dan digelar pada akhir tahun dengan rangkaian acara:

-Kompetisi Debat Hari HAM bekerja sama dengan Sentra HAM Universitas Indonesia.

-Seminar, diskusi panel dan pemutaran film di Universitas Padjadjaran, Bandung.

-Puncak Perayaan Hari HAM di Pelataran Parkir Planetarium Taman Ismail Marzuki, Jakarta, dimeriahkan penampilan Group Band berkomitmen dan dekat dengan anak muda seperti Superman is Dead dan Media Kreatif Interaktif (Street Art) dengan workshop sablon dan Mural.

Program 2

BERUPAYA MELINDUNGI HAM DARI SEGALA ANCAMAN

Sejak tahun 2000, ELSAM telah melakukan pemantauan dan pengkajian atas pemenuhan hak-hak Ekosob masyarakat. Hasil pantauan tersebut disusun dalam sebuah laporan. Dalam upayanya untuk terus melakukan monitoring atas hak-hak Ekosob masyarakat, ELSAM menyelenggarakan workshop di Jakarta pada minggu ketiga Oktober 2009, yang melibatkan peneliti dari berbagai wilayah di Indonesia yang tergabung dalam Tim Advokasi Hak Ekosob. Sebelum workshop ini berlangsung, pada 13 – 18 April 2009, ELSAM telah menggelar kegiatan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Masyarakat Sipil untuk Monitoring Pemenuhan Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya, yang diikuti 19 peserta dari Sumatera, Jawa, Papua, Kalimantan dan Sulawesi.

ELSAM juga melakukan kegiatan kampanye untuk memperkuat jaringan masyarakat sadar HAM, berupa diskusi publik tentang penguatan kesadaran pluralisme dan toleransi sebagai faktor utama penguatan hak ekonomi sosial budaya. Diskusi dan pertemuan publik ini diadakan di Balai Desa Badangan Ngoro Jombang bekerja sama dengan Perkumpulan Alha-Raka Jombang. Kegiatan berlangsung sehari pada 1 Nopember 2009 dengan dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Program 3

BERUPAYA MEMBANGUN ORGANISASI ELSAM

Sebagai sebuah perkumpulan, ELSAM secara rutin melaporkan kegiatan-kegiatannya sekaligus berkonsultasi dengan anggota perkumpulan dalam Rapat Umum Anggota (RUA). RUA diselenggarakan satu tahun sekali. Pada 2009 sila, ELSAM menggelar RUA pada 30 April 2009. Dalam pertemuan itu, RUA memutuskan untuk menerima laporan kerja ELSAM tahun 2008, rencana kerja tahun 2009 serta menyetujui pembentukan Forum Sahabat ELSAM sebagai bagian dari pengembangan perkumpulan. RUA juga mengesahkan lima anggota baru, yakni AH Semendawai (Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), mantan Deputi Program ELSAM), Herlambang Perdana (Dosen FH Unair), Roichatul Aswidah (Staf Ahli Pimpinan Komnas HAM, sekarang Deputi Riset DEMOS), Sentot Setyosiswanto (mantan Koordinator Pelatihan ELSAM, sekarang Direktur Pontianak Institute), serta Tugiran (Guru SMP-cum-aktivis serikat tani Bengkulu).

Sedangkan roda kegiatan sehari-hari ELSAM telah dijalankan oleh suatu kelembagaan yang kuat dengan sistem Perencanaan, Monitoring, serta Evaluasi (PME) terpadu. Perencanaan program ELSAM disusun pada tanggal 18 – 22 Mei 2009. Selanjutnya, monitoring kerja dijalankan melalui rapat Bidang Program, Bidang Internal, dan Direksi serta rapat 3 Bulanan pada 8 Mei, 6 Agustus, 5 Oktober, serta 16 Desember 2009. Secara periodik, Badan Pelaksana ELSAM melakukan konsultasi dengan Badan Pengurus Perkumpulan mengenai pelaksanaan program dan pertanggungjawaban penggunaan dana. Laporan keuangan ELSAM diaudit Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono & Rekan, anggota PKF International Limited. Di akhir tahun 2009, ELSAM melakukan evaluasi kerja tahunan sekaligus menyusun rencana kerja tahun 2010. Untuk semakin memperkuat kelembagaan, ELSAM senantiasa berupaya meningkatkan kemampuan dan kapasitas staf dalam menanggapi masalah-masalah HAM aktual melalui diskusi, kuliah umum, workshop dan lain-lain. Pada tahun 2009, ELSAM telah mengadakan dua diskusi penguatan lembaga yaitu sebagai berikut:

Diskusi Pluralisme dan Ham

Diskusi diselenggarakan di Jakarta, 15 September 2009, mengundang Dr. Rumadi, M.Ag. selaku Narasumber.

Tujuan diskusi ini adalah:

- Meningkatkan pemahaman peserta mengenai makna pluralisme dan kaitannya dengan HAM.

- Mencerahkan pandangan peserta mengenai HAM dan Islam karena pada hakekatnya, tidak ada pertentangan antara konsep HAM dan Islam.

- Menebar wacana tentang toleransi antar pemeluk agama dan keyakinan.

Diskusi Resource Center dan Fundraising

Diskusi internal mengenai Resource Center (RC) dan Fundraising yang sejalan dengan target ELSAM 2010 sebagai resource center HAM yang kredibel, 12 Oktober 2009, di Jakarta. Diskusi dipandu Riza Primahendra (Mantan Direktur Cores Bina Swadaya, mantan Direktur KID dan kini aktif sebagai konsultan di Amerta).

***




Downloads
Artikel Terkait