Komunalisme dan Kekerasan Komunal - Elsam.or.id Komunalisme dan Kekerasan Komunal Jurnal DIGNITAS Volume V No. I Tahun 2008

Kekerasan komunal tentu saja melibatkan massa, tetapi kekerasan massa tidak selamanya adalah kekerasan komunal. Ada yang unik tetapi juga sangat jelas terpandang dalam kekerasan komunal. Mungkin karena begitu jelasnya identifikasi terhadap faktornya, maka begitu jelas juga penyelesaiannya yaitu bahwa masalah itu tidak mudah terpecahkan. Inilah ironinya.

Beberapa artikel dalam edisi kali ini melakukan analisis terhadap fenomena kekerasan komunal di Indonesia, seperti ditulis oleh Amiruddin, Chandra, dan Shumake. Dua tulisan lainnya lebih bersifat teoretis. Yang satu membela Komunalisme, yaitu Eirik Eiglad. Yang satunya lagi, Eddie Riyadi, mengkritik Komunalisme bukan pada tataran fenomenal belaka berupa ekspresi kekerasannya, tetapi menukik ke dalam relung teoretis-nya, lalu mencoba melakukan sintesis "nasionalisme multikultural". Artikel yang ditulis Otto Adi Yulianto adalah sebuah tinjauan wacana, berupa tinjauan atas pemikiran Amartya Sen.


Dignitas - Jurnal Hak Asasi Manusia
Volume V No. I Tahun 2008
ISSN 1693-3559
151 hal.
Harga: Rp 20.000


Daftar Isi:

1. Kekerasan Komunal Pasca-Kekuasaan Soeharto: Faktor-Faktor yang Memicu Konflik Antar-Kelompok di Kalimantan dan Maluku (Ann Shumake)
2. Kekerasan Komunal di Indonesia: Sebuah Tinjauan Umum (Amiruddin al Rahab)
3. Kekerasan Politik Komunal: Kegagalan Indonesia Menyelesaikan Warisan Politik (Kekerasan) Masa Lalu? (Tri Chandra Aprianto)
4. Nasionalisme Multikultural: Sebuah Sintesis Komunalisme vs. Nasionalisme Menuju Keadaban Publik (Eddie Sius Riyadi)
5. Dasar untuk Program-Program Komunalis (Eirik Eiglad)
6. Wacana Identitas dalam Perspektif Amartya Sen: Upaya Transformasi Laknat Menjadi Berkat (Otto Adi Yulianto)







Downloads
Artikel Terkait