ANTI PENYIKSAAN <br> Hukuman Mati Gembong Narkotika, ELSAM: Perketat Jalur Masuk Narkoba - Elsam.or.id ANTI PENYIKSAAN
Hukuman Mati Gembong Narkotika, ELSAM: Perketat Jalur Masuk Narkoba

Minggu, 12/04/2015 14:33 WIB

Rivki - detikNews

Jakarta - Pemerintah terus mengkampanyekan vonis mati kepada para pelaku kejahatan narkoba kelas kakap. Namun kejahatan narkoba setiap tahunnya terus mengalami kenaikan.

Hal itu diungkapkan peneliti dari LSM Elsam, Wahyudi Djafar, dalam sebuah diskusi di Bakoel Cofe, Jl Cikini Raya, Jakarta, Minggu (12/4/2015). Menurut Wahyudi pemerintah perlu melakukan langkah lain selain vonis mati.

"Data yang saya dapat dari BNN, pada peningkatan tindak pidana tersangka narkoba, tahun 2011 ada 157 pelaku yang ditangkap kemudian naik di tahun 2012 menjadi 202 pelaku dan meningkat pada tahun 2013 menjadi 260 pelaku," ujar Wahyudi.

Menurutnya, tindakan tegas pemerintah terhadap narkoba harus dilakukan di beberapa bidang. Tidak hanya putusan yang keras, tetapi pendekatan lewat pencegahan juga harus dilakukan.

"Jadi harus ada pembenahan di bidang lain. Perketat juga soal jalur masuk narkoba," ucapnya.

Dia juga meminta pemerintah agar tidak hanya mengusut kasus narkoba kepada para kurir narkoba saja.

"Harusnya dari atas (bandar) ditindak tegasnya‎," ujarnya.

Terakhir, Direktorat IV Tindak Pidana Bareskrim Polri menangkap seorang narapidana LP Narkotika Cipinang karena kepemilikan ratusan lembar narkoba jenis CC4. Narapidana yang kedapatan meyimpan CC4 merupakan jaringan gembong narkoba Freddy Budiman bernama Andre Samsul Maliq. 

Dalam penggeledahan di kamar Alex juga ditemukan sebuah laptop, handphone, alat timbangan kecil, buku tabungan, dan sabu seberat 0,66 gram. Semua barang bukti sudah dibawa tim Bareskrim.

(rvk/asp)




Artikel Terkait