BISNIS DAN HAM <br> Konflik Lahan <br> Mbah Narji Bebas, Perjuangan Masyarakat Sambirejo Berlanjut - Elsam.or.id BISNIS DAN HAM
Konflik Lahan
Mbah Narji Bebas, Perjuangan Masyarakat Sambirejo Berlanjut

Selasa (24/03/2015), Sunarji alias Narji atau biasa dipanggil Mbah Narji bersama dengan dua rekannya Harto Suparno (Parno) dan Sarjimin (Jimin) telah menghirup udara bebas setelah menjalani masa hukuman 1 (satu) tahun penjara. Mereka bebas lebih awal karena mendapatkan pembebasan bersyarat setelah menjalani 2/3 masa hukuman. Ketiganya divonis 1,5 tahun pidana penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sragen, karena dianggap telah terbukti melakukan penganiayaan serta pengrusakan ratusan pohon karet milik PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) IX Kerjoarum, Sambirejo, Kabupaten Sragen.

Kasus itu merupakan buntut dari adanya konflik lahan yang berkepanjangan antara warga dengan pihak PTPN IX di Kecamatan Sambirejo. Warga Sambirejo merebut kembali lahan seluas + 300 hektare dari penguasaan PTPN IX yang dianggap menguasai secara melawan hukum, di mana sejak 31 Desember 2006 HGU PTPN IX tersebut telah berakhir. Lahan seluas +300 Ha itu dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh lebih dari 817 kepala keluarga dengan ditanami jagung, palawija, sengon, jati dll. Lahan tersebut sejak dulu merupakan sumber utama pencaharian masyarakat Sambirejo.

Setiba di kediamannya, Mbah Narji disambut keluarga dan juga masyarakat Sambirejo dengan perasaan haru. Bahkan banyak dari warga yang hadir menumpahkan air matanya karena merasa bahagia atas kembalinya sosok yang selalu berjuang keras atas hak-hak masyarakat Sambirejo terhadap lahan penghidupan mereka yang selama ini direbut oleh pihak PTPN IX. Mbah Narji merupakan ketua Forum Peduli Kebenaran dan Keadilan Kecamatan Sambirejo (FPKKS) yang berjuang menuntut hak mereka kembali atas tanah seluas 300 Ha. yang dikuasai oleh PTPN IX.

“Saya akan terus berjuang demi kembalinya lahan yang merupakan hak masyarakat Sambirejo yang telah dikuasai secara paksa oleh PTPN IX, bahkan saya rela jika sampai nyawa yang menjadi taruhannya asalkan tanah masyarakat Sambirejo bisa kembali sepenuhnya”, ujarnya dengan tegas.

Rupanya semangat perjuangan yang dimiliki oleh Mbah Narji tidak pernah surut meskipun beliau telah mendekam di penjara karena adanya konflik lahan tersebut. Bahkan menurutnya, hukuman penjara yang diberikan kepadanya merupakan tempat dan saat bagi Mbah Narji untuk belajar dan mengasah pikirannya untuk tetap terus berjuang. Beliau tidak menyesal sedikitpun karena dipenjara, bahkan ketika beliau dipenjara warga justru semakin berani melakukan perlawanan demi mempertahankan tanah yang menjadi haknya.

Menurutnya, perjuangan untuk menuntut dikembalikannya tanah masyarakat Sambirejo akan terus dikuatkan lagi. Langkah awal yang akan dilakukan oleh Mbah Narji setelah keluar dari penjara yaitu penguatan pengorganisasian warga Sambirejo. Hal ini supaya masyarakat semakin solid dan tidak selalu bergantung kepada seorang ketua. Perjuangan akan terus dilakukan oleh masyarakat Sambirejo sampai apa yang menjadi haknya terpenuhi.

(AW)




Artikel Terkait