ANTI PENYIKSAAN <br> Komnas HAM Diminta Turut Lakukan Investigasi - Elsam.or.id ANTI PENYIKSAAN
Komnas HAM Diminta Turut Lakukan Investigasi

JAKARTA – Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) dan Yayasan Pusaka mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk turut serta menyelidiki kasus penembakan warga sipil di Paniai, Papua, pada Senin (8/12) lalu.

Komnas HAM harus memastikan apakah insiden penembakan itu dilakukan oleh aparat keamanan atau bukan. Bila dilakukan aparat, mereka mesti mempertangungjawabkannya.

“Bila aparat terlibat, mereka harus dimintai pertanggungjawabannya sesuai aturan, baik itu KUHP dan UU No 26/2000 tentang Pengadilan HAM,” kata Direktur Eksekutif Yayasan Pusaka, YL Franky, di Jakarta, Rabu (10/12).

Franky mengatakan UU Pengadilan HAM akan berlaku bila dalam penyelidikannya Komnas HAM menemukan indikasi adanya pelanggaran HAM dalam insiden di Paniai, Papua. Selain Komnas HAM, Polri dan TNI juga harus menginvestigasinya. Investigasi dua institusi keamanan itu, setidaknya menunjukkan mereka punya niat dan komitmen mengusut tuntas kasus tersebut.

Pusat Kajian (Pusaka) Trisakti menyalahkan Badan Intelijen Negara (BIN) atas terjadinya bentrok dan kerusuhan di Kabupaten Paniai, Papua, yang mengakibatkan tujuh korban meninggal.

Peristiwa tersebut tidak akan terjadi apabila fungsi deteksi dari BIN berjalan. Menurut Sekretaris Eksekutif Pusat Kajian (Pusaka) Trisakti, Fahmi Habsyi, tanda-tanda bahwa gejolak di Papua itu seharusnya bisa diantisipasi sejak awal jika BIN peka melihat “kecolongan” pengibaran bendera OPM di bundaran HI, Jakarta, beberapa hari lalu, serta rentetan kejadian lain di Papua yang menyertainya.

Fahmi mengatakan pola pendekatan intelijen yang dilakukan saat ini telah gagal mendukung komitmen Jokowi soal Papua.

Jenis Senjata

Kepala Staf TNI AD, Jenderal Gatot Nurmantyo, mengaku belum dapat memberikan secara pasti kronologi jatuhnya korban jiwa di Piniai.

“Saat ini tim gabungan sudah berada di Papua untuk melakukan investigasi dan hasilnya akan dilaporkan ke Panglima,” ujarnya. Gatot juga menyatakan belum mengetahui jenis senjata yang digunakan warga, apakah senjata organik milik TNI/Polri atau bukan.

“Kepastian jenis senjatanya baru dapat diketahui setelah tim gabungan mendapatkan barang bukti proyektil,” jelasnya. Selama belum ada hasil dari tim gabungan, Kasad meminta kepada masyarakat untuk tidak menyimpulkan atau membuat spekulasi mengenai pelaku penembakan di sana. n ags/nsf/har/N-1

Sumber: http://www.koran-jakarta.com/?25422-komnas%20ham%20diminta%20turut%20lakukan%20investigasi




Artikel Terkait