ANTI PENYIKSAAN <br> Aparat Penembak Warga Paniai Harus Diseret Ke Pengadilan - Elsam.or.id ANTI PENYIKSAAN
Aparat Penembak Warga Paniai Harus Diseret Ke Pengadilan

Rabu, 10 Desember 2014

 

zonalima.com - Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) dan Yayasan Pusaka mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) ikut menyelidiki kasus penembakan warga sipil di Paniai, Papua, Senin (8/12) lalu. Komisi harus memastikan, apakah insiden penembakan itu dilakukan oleh aparat keamanan atau tidak. Bila dilakukan aparat, mereka mesti mempertangungjawabkannya.

"Bila aparat terlibat, mereka harus dimintai pertanggungjawabannya sesuai aturan, baik itu KUHP dan UU No 26/2000 tentang Pengadilan HAM," kata YL Franky, Direktur Eksekutif Yayasan Pusaka, di Jakarta, Rabu (10/12).

Franky menerangkan, UU Pengadilan HAM akan berlaku, bila dalam penyelidikan Komnas HAM menemukan indikasi adanya pelanggaran HAM dalam insiden di Paniai, Papua.  Selain Komnas HAM, Polri dan TNI juga harus menginvestigasi kasus di Paniai. Investigasi dua institusi keamanan itu, setidaknya menunjukkan mereka punya niat dan komitmen mengusut tuntas kasus tersebut.

"Dengan investigasi itu, Polri dan TNI punya itikad baik mengusut, menyelesaikan, dan mengajukan ke pengadilan anggota-anggotanya yang terbukti terlibat dalam insiden penembakan tersebut," kata Franky.

Franky pun mengungkapkan, laporan diterima Yayasan Pusaka dan Elsam terkait insiden penembakan yang  terjadi di lapangan Karel Gobay, Paniai, Papua,  Senin (8/12), jam 10.00 WIT. Insiden ini diawali pada Minggu  (7/12), jam 01.30 WIT, ketika tiga orang warga Paniai menahan sebuah mobil. Mobil itu diduga dikendarai oleh anggota TNI yang melaju dari Enaro menuju kota Madi.

"Warga menahan mobil yang dikendarai anggota TNI karena mobil ini melaju tanpa menyalakan lampu mobil. Hal ini dilakukan karena warga juga sedang menjaga keamanan di masing-masing pondok natal," katanya.

Tidak terima mobilnya ditahan, lanjut Franky, beberapa anggota TNI dalam mobil  kembali ke Markas TNI di Kota Madi. Kemudian mereka kembali ke Togokotu Paniai, tempat warga menahan mobil, mengajak rekan-rekannya. Beberapa Oknum TNI itu pun lalu melakukan pengejaran terhadap warga yang menahan mobil. Dua orang warga berhasil melarikan diri, sementara satu orang lainnya ditangkap.  Mereka pun memukuli warga yang ditangkap  hingga babak belur.

"Pagi harinya, warga Paniai berkumpul di lapangan Karel Gobay meminta pertanggungjawaban aparat keamanan yang memukuli warga," katanya.

Namun belum juga ada pembicaraan antara wakil warga dengan pihak aparat, pasukan gabungan TNI dan Polri langsung melakukan penembakan. Akibatnya, lima orang warga sipil tewas dan 22 orang lainnya luka-luka.

"Mereka yang menembak warga Paniai harus di seret ke pengadilan," ujar Franky. (Agus Surya)

Sumber: http://m.zonalima.com/artikel/1001/Aparat-Penembak-Warga-Paniai-Harus-Diseret-Ke-Pengadilan/




Artikel Terkait