PELANGGARAN HAM MASA LALU <br> KKPK Luncurkan Laporan 40 Tahun Kekerasan - Elsam.or.id PELANGGARAN HAM MASA LALU
KKPK Luncurkan Laporan 40 Tahun Kekerasan

Sabtu, 4 Oktober 2014

ELSAM, Jakarta – Koalisi Keadilan dan Pengungkapan Kebenaran (KKPK) meluncurkan laporan hasil proses Tahun Kebenaran tentang 40 tahun kekerasan dan rekomendasi penyelesaiannya pada 3-4 Oktober 2014 di Goethe Institute, Jakarta. Laporan yang berjudul “Menemukan Kembali Indonesia: Suara Korban Membebaskan Belenggu Kekerasan Masa Lalu” ini nantinya akan diserahkan kepada Presiden terpilih Joko Widodo melalui timnya sebagai bagian dari rekomendasi Nawa Cita 4 Jokowi-JK yang berbunyi “penyelesaian secara berkeadilan terhadap kasus-kasus pelanggaran HAM di masa lalu.”

Acara dua hari tersebut diisi dengan presentasi paparan Laporan Tahun Kebenaran periode 1965 hingga 2005, pemutaran film “Menemukan Kembali Indonesia”, peluncuran buku tentang penyintas Putu Oka Sukanta ‘Jejak Sunyi si Jalak Bali’, peluncuran audio sastra untuk semua, pentas teater Ancaman, orasi budaya Hilmar Farid serta pameran foto seni instalasi bertema Kekerasan Dalam Memori Kolektif oleh Kelompok Seni Mata Budaya.

Sejak tahun 2012, KKPK menginisiasi pengumpulan dokumentasi tersebut dan melibatkan hampir 50 anggotanya yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Dari pengumpulan dokumentasi itu, KKPK berhasil menciptakan sebuah database nasional yang mencakup 1.300 kasus dan 3.150 orang yang menjadi korbannya. Pengumpulan hasil dokumentasi ini meliputi kasus-kasus pelanggaran berat HAM yang terjadi antara tahun 1965 hingga 2005.

Pada tahun 2013, KKPK menyelenggarakan serangkaian Dengar Kesaksian di 6 kota – Palu, Solo, Kupang, Banda Aceh, Jayapura dan Jakarta  - untuk mendengar langsung dari para korban dan penyintas tentang pengalaman dan aspirasinya serta untuk mendapatkan refleksi oleh para anggota Majelis Warga yang berbicara mewakili nurani bangsa. Seluruh proses ini dijalankan dalam kurun waktu yang dicanangkan oleh KKPK sebagai ‘Tahun Kebenaran’.

Menurut ketua panitia Rini Prastnawati, Tahun Kebenaran digagas oleh KKPK untuk memunculkan momentum baru bagi penataan ulang kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan nilai-nilai keadilan, HAM dan demokrasi substantif. Laporan Tahun Kebenaran dibuat untuk memberikan ruang bagi suara korban untuk mengungkapkan kebenaran tentang kekerasan sistematis yang terjadi di Indonesia, mengurai akar masalah kejadian, dan mendorong pertanggungjawaban hukum dan moral.

“Hal ini untuk menumbuhkan komitmen tak mengulang kekerasan yang telah terjadi,” ujarnya. (AY)




Artikel Terkait