PELANGGARAN HAM MASA LALU <br> Menunggu Kabar Baik Ibu Nani - Elsam.or.id PELANGGARAN HAM MASA LALU
Menunggu Kabar Baik Ibu Nani

Kalau Anda sering menyimak siaran kami, Anda mestinya kenal satu nama ini: Ibu Nani dari Jakarta Utara. 
Perempuan di usia senja ini selalu penuh semangat ketika menelfon kami. Pendengar setia KBR68H ini selalu melontarkan pendapat yang cerdas, disampaikan dengan berapi-api. Mulai dari soal korupsi sampai persoalan hak asasi manusia, persoalan yang sangat lekat dengan Ibu Nani. 

Ibu Nani yang kita bicarakan sekarang sama dengan Ibu Nani yang datang ke Dewan Pertimbangan Presiden kemarin. Dia datang bersama Tim Advokasi Korban Pelanggaran HAM 1965 untuk meminta bantuan Wantimpres. Meminta supaya Wantimpres menyampaikan surat kepada Presiden Yudhoyono, yaitu surat permohonan rehabilitasi nama baik atas nama dirinya. Surat sudah dikirimkan langsung kepada Presiden pada Februari lalu, tapi belum berbalas. 

Di era 1960-an, Nani Nurani bekerja di Dinas Kebudayaan Cianjur, juga menjadi penari di Istana Presiden di Cipanas. Suatu malam di tahun 1968, pintu rumahnya digedor dan sejak itu ia berstatus tapol, dituduh terlibat Gerakan 30 September. Asal mulanya adalah sekali menyanyi di acara peringatan hari ulang tahun Partai Komunis Indonesia pada tahun 1965. Saat itu PKI belum jadi partai terlarang sementara sekarang, PKI seperti jadi momok yang tak kunjung terkikis. 

Pada 2003, perjuangan Nani berhasil di tingkat Pengadilan Tata Usaha Negara. Nani menggugat Camat Koja karena camat menolak menerbitkan KTP seumur hidup bagi dirinya karena dianggap eks-tapol. Nani menang dan KTP seumur hidup pun kini dikantonginya. 

Tapi pada 2012, perjuangannya untuk kasus yang lain, kandas di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Nani menggugat negara, dalam hal ini Presiden Yudhoyono, karena menahan dirinya tanpa alasan jelas serta stigma PKI yang melekat sejak 1968. Nani menuntut rehabilitasi penuh nama baiknya, permintaan maaf dari Presiden serta ganti rugi 7 miliar rupiah. Tapi Pengadilan menyatakan tak berhak memeriksa, mengadili dan memutuskan perkara itu. Nani langsung menyatakan banding. 

Kali ini di hadapan Wantimpres, Nani kembali mendesakkan surat permohonan rehabilitasi nama baik yang sudah dilayangkan kepada Presiden Februari lalu. Nani juga meminta Presiden mengeluarkan surat pencabutan terhadap Putusan MA yang menyebutkan Nani terlibat di PKI. 

Tahun ini Ibu Nani berusia 73 tahun. Dan Presiden Yudhoyono segera memasuki akhir masa jabatan 10 tahunnya. Ini saat yang tepat untuk memberikan apa yang menjadi hak para korban stigma 1965. Tidak hanya untuk Ibu Nani, tapi juga buat yang lainnya. 

sumber: http://www.portalkbr.com/opini/editorial/3212016_4307.html

Korban Pelanggaran HAM Temui Wantimpres

KBR68H, Jakarta  Korban pelanggaran HAM peristiwa 1965, Nani Nurani Selasa (15/4) hari ini mendatangi kantor Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). 

Nani Nurani didampingi dari Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Nani Nurani mengadakan pertemuan dengan anggota Wantimpres Bidang Hukum dan HAM, Albert Hasibuan.

Pertemuan tersebut membicarakan nasib korban pelanggaran HAM 1965. Mereka menuntut keadilan dari pemerintah yang hingga kini belum ada titik penyelesaiannya.

Sebelumnya proses pengusutan peristiwa berdarah yang dilakukan PKI 1965-1966 terjadi pelanggaran HAM.

Nani Nurani merupakan korban pelanggaran HAM 1965. Dulu Nani adalah seorang penyanyi istana. Ia kemudian pernah dipenjara pada 1968 hingga 1975 tanpa proses hukum karena dituduh sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). Usai menjalani penahan selama 7 tahun, Nani justru tidak mendapatkan haknya sebagai warga negara seperti tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan tidak diperbolehkan untuk berpergian ke luar negeri. Pada tahun 2003 Nani menggugat Camat Koja Jakarta Utara yang tidak mau menerbitkan KTP untuk Nani. Ia kemudian menggugat ke Pengadilan hingga akhirnya pada tahun 2008 Mahkamah Konstitusi memenangkan gugatannya. 

sumber: http://www.portalkbr.com/nusantara/jakarta/3210835_4260.html

 



 




Artikel Terkait