PEMANTAUAN KEBIJAKAN <br> ELSAM: Calon Hakim MK Harus Berwawasan HAM - Elsam.or.id PEMANTAUAN KEBIJAKAN
ELSAM: Calon Hakim MK Harus Berwawasan HAM

Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) meminta calon hakim konstitusi yang akan dipilih DPR berkualitas dan berwawasan luas tentang Hak Asasi Manusia. Pengetahuan calon hakim tentang HAM penting dijadikan salah satu kriteria penting dalam memilih hakim konstitusi.

“Untuk mengembalikan martabat Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai penjaga konstitusi dan pelindung hak-hak konstitusional warga negara, adalah memastikan calon terpilih memiliki wawasan yang kuat terhadap HAM. Komitmen para hakim konstitusi terhadap HAM, akan menentukan tegasnya perlindungan HAM di Indonesia, khususnya untuk periode lima tahun mendatang,” kata Direktur Eksekutif ELSAM, Indriaswati D. Saptaningrum di Jakarta, Senin (3/3).

Menurutnya proses seleksi hakim konstitusi kali ini menjadi sangat penting karena akan menentukan martabat, wibawa, serta integritas MK ke depan setelah terpuruk akibat tertangkapnya Ketua MK Akil Mochtar, yang diduga menerima suap dalam sejumlah perkara Pilkada, .

“Oleh karena itu, penting bagi DPR untuk menjauhkan diri dari praktik-praktik transaksi politik, dalam proses seleksi ini. MK akan semakin terpuruk, jika DPR masih menjadikan pemilihan hakim konstitusi sebagai ajang transaksi politik mereka,” katanya.

Diakuinya, MK disebutkan telah banyak memeriksa dan memberikan putusan terhadap pengujian berbagai UU yang mendasarkan pada jaminan HAM. , khususnya yang tercantum dalam Bab XA UUD 1945 tentang Hak Asasi Manusia. Selain itu, MK juga sering menggunakan landasan teori, konsep dan pengertian HAM pada berbagai instrumen HAM internasional dan regional.

“Untuk itu masyarakat memberikan apresiasi. Namun banyak putusan MK yang dikritik, karena dibuat dengan tidak mencerminkan argumen dan pendasaran yang memadai tentang HAM,” katanya.

Karena itu, pemahaman tentang HAM secara baik dari para hakim konstitusi akan sangat penting dalam memastikan perlindungan hak konstitusional warga negara.

Untuk itu ELSAM mengusulkan agar komitmen terhadap hak asasi manusia dapat menjadi salah satu kriteria di dalam menentukan calon hakim konstitusi terpilih. Selain itu, tim yang dibentuk oleh DPR untuk membantu proses seleksi hakim konstitusi dapat melakukan elaborasi terhadap para calon atas pemahaman mereka mengenai teori, konsep dan keberpihakan mereka dalam penegakan dan perlindungan HAM.

“Penting juga bagi Tim Pakar dan DPR untuk mengelaborasi sejauhmana pemahaman para calon terhadap jaminan perlindungan HAM yang terdapat dalam UUD 1945, serta berbagai instrumen peraturan perundang-undangan lain,” kata dia. 


Sumber: http://m.jurnas.com/news/126309/ELSAM_Calon_Hakim_MK_Harus_Berwawasan_HAM_/1/Nasional/Hukum/#sthash.lMY0hxtB.5gIw9nCM.dpuf



Artikel Terkait