Internet dan Kebebasan Berekspresi di Indonesia - Elsam.or.id Internet dan Kebebasan Berekspresi di Indonesia Asasi Edisi September-Oktober 2012

INTERNET DAN KEBEBASAN BEREKSPRESI DI INDONESIA

 

EDITORIAL

Internet sebagai Hak Asasi Manusia: Segenggam Harapan dengan Segudang Tantangan

Seperti dua sisi mata uang, pada sisi lain, kita menghadapi kegagapan negara menghadapi perkembangan yang terkait dengan internet. Dalam soal ini, dikotomi negara maju dan berkembang sepertinya tak berlaku, semuanya seperti gagap untuk mengambil arah yang tepat dalam pengembangan regulasi yang tepat, yang tak hanya mampu menjamin hak atas akses terhadap kebebasan berinternet, namun juga melindungi baik dari kecenderungan pembatasan atas nama keamanan nasional maupun ancaman pihak ketiga seperti korporasi. 

LAPORAN UTAMA

Hak atas Akses Internet dan Tantangan atas Penikmatan Kebebasan Berekspresi dan Berpendapat

Oleh Triana Dyah

Pembatasan apapun terhadap hak akan kebebasan berekspresi harus memenuhi kriteria yang ketat di bawah hukum hak asasi manusia internasional. Dalam beberapa kasus pembatasan, pengawasan, manipulasi dan sensor isi internet yang dilakukan oleh negara tanpa dasar hukum. Atau dasar hukumnya terlalu luas atau ambigu.

Internet dan Kebebasan Berekspresi di Indonesia

Oleh Teguh Arifiyadi

Pesatnya pertumbuhan pengguna internet di Indonesia tersebut menimbulkan banyak persoalan baru. Salah satunya adalah tentang kebijakan pengendalian konten internet yang dilarang. Pemblokiran konten internet atau secara global lebih dikenal dengan internet censorship di Indonesia, dalam beberapa tahun terakhir menjadi sorotan banyak pihak.

Divonis Setelah Atheis

Oleh Harry Kurniawan

Alexander Aan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama dan disidangkan di Pengadilan Negeri Sijunjung. Dia disangka dan didakwa dengan Pasal 28 ayat (2) UU nomor 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik

MONITORING SIDANG

Menghukum Rendah, Mewajarkan Penyiksaan Tahanan: Monitoring Persidangan Aparat Kepolisian Terdakwa Penyiksaan Erik Alamsyah di Pengadilan Negeri Bukittinggi, Sumatera Barat

Oleh Andi Muttaqien

Erik Alamsyah, warga Sumatera Barat dinyatakan meninggal akibat penyiksaan yang dialaminya saat diinterogasi di Polsekta Bukittinggi pada 30 Maret 2012. Demikian kesimpulan Laporan Pemantauan Komnas HAM perwakilan Sumbar dan LBH Padang. Selain itu, Komnas HAM juga menyatakan bahwa dalam kematian Erik, diduga terjadi pelanggaran HAM.

NASIONAL

Minggu Pagi di Jejalen Jaya

Oleh Daywin Prayogo

Syiar kebencian (hate speech) dan tindakan kekerasan belakangan ini, tidak hanya berkembang karena kelompok intoleran menjadi  ancaman terhadap keberagaman. Salah satu faktor yang harus dicermati juga adalah peran negara sebagai pemegang kekuasan.

Sistem Kerja Kontrak dan Outsourcing dalam Perspektif HAM 

Oleh Mohamad Zaki Husein

Pada 3 Oktober 2012, kaum buruh Indonesia yang dipelopori oleh Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) melancarkan aksi Mogok Nasional. Salah satu slogan mereka adalah penghapusan outsourcing.Menurut salah seorang pimpinan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang tergabung dalam MPBI, sejak gerakan Hostum dimulai sampai menjelang Mogok Nasional, ada lebih dari 50.000 buruh outsourcing yang berhasil diubah statusnya menjadi hubungan kerja langsung dengan perusahaan. 

RESENSI

Menuju Keadilan Global: Pengertian, Mandat dan Pentingnya Statuta Roma

Oleh Antonius Pradjasto

Prof. Soetandyo meninjau pertarungan paradigma [hukum] mengenai manusia dalam sejarah pembentukan pengadilan pidana internasional permanen. Dari Prof. Soetandyo, bisa disimpulkan bahwa Mahkamah Pidana Internasional (ICC) merupakan pengejawantahan dari pergeseran paradigmatik yang melihat manusia sebagai warga umat yang berdaulat sekaligus warga yang menghadapi ancaman kekerasan dari negara.

***




Downloads
Artikel Terkait