HAM dan Realitas Transisional - Elsam.or.id HAM dan Realitas Transisional Jurnal DIGNITAS Volume VII No. I Tahun 2011

Dignitas - Jurnal Hak Asasi Manusia
Volume VII No. I Tahun 2011
ISSN 1693-3559
161 hal.


DAFTAR ISI

EDITORIAL

FOKUS

Politik Negara dan Kondisi HAM oleh Rocky Gerung


Abstraksi: Di tengah menguatnya politik pencitraan kepemimpinan nasional, deretan permasalahan hak asasi aktuil menjadi terpinggirkan. Politik pemerintahan lebih memilih gemar melantunkan keberhasilan dalam deretan statistik ketimbang bekerja dalam
diam. Kepemimpinan yang demikian seolah gamang bila diperbenturkan dengan realitas bahwa keberagaman berada dalam ancaman. Padahal kehadiran negara dalam menjamin harmoni merupakan sebuah keniscayaan. Dengan dalih netralisme, negara justru membiarkan sekelompok warga melakukan persekusi terhadap kelompok warga lainnya.

Milisia Islamis, demokrasi, dan Hak Asasi Manusia oleh Noorhaidi Hasan

Abstraksi: Periode paska luruhnya kekuasaan Orde Baru menjadi masa subur bertumbuhnya kelompok-kelompok Islamis. Mereka mengusung syariat Islam sebagai solusi atas pelbagai macam problem sosial-politik yang tak kunjung tuntas diselesaikan oleh demokrasi sekuler. Di tengah ketidakjelasan arah transisi yang berjalan, kelompok-kelompok milisia itu lantas tampil ke permukaan dengan mencoba menggantikan peranperan negara dalam menciptakan ketertiban sosial dengan jalan antidemokrasi, kekerasan, dan sektarian. Islam oleh kelompok milisia itu diseret menjadi tameng di arena politik kekuasaan. Berebut diskursus dominan dengan cara-cara yang kerap menodai demokrasi dan hak asasi manusia.

Kekerasan Aparat, Mengapa Masih Terjadi? Oleh Ikrar Nusa Bhakti

Abstraksi: Meski Indonesia sudah lepas dari periode otoritarianisme namun bukan berarti kekerasan oleh aparatus tak pernah terjadi. Beberapa kasus kekerasan pasca Orde Baru masih menempatkan aparat sebagai pelaku utamanya. Tulisan ini hendak mempresentasikan deskripsi sejumlah faktor yang menjadi penyebab mengapa kekerasan oleh aparat masih berlangsung hingga hari ini.


RUU Komponen Cadangan Pertahanan Negara: Dilema Legislasi dan Kebutuhan Pertahanan Oleh Mufti Makaarim

Abstraksi: Rencana Pemerintah mendesakkan RUU Komponen Cadangan Pertahanan Negara menuai pro-kontra. Pendukung RUU ini mengajukan argumentasi normatif bahwa RUU ini merupakan amanat UUD 1945, UU Pertahanan Negara, dan UU TNI. Sedangkan kalangan kontra mengajukan argumentasi politis belum tuntasnya reformasi TNI dan argumentasi sosiologis dampak sosial mobilisasi sipil melalui komponen cadangan (Komcad). RUU ini akhirnya tidak terselesaikan oleh DPR periode 2004-2009. Pada 2010, terdengar kabar Pemerintah dan DPR periode 2009-2014 menyetujui pembahasannya kembali. Tulisan ini mendeskripisikan substansi RUU, penyelenggaraan Komcad di beberapa negara sebagai pembanding, serta catatan kritis atas isi RUU KCPN.

DISKURSUS

Komnas HAM dan Tantangannya Dewasa Ini oleh Ifdhal Kasim


Peran Kejaksaan dalam Masalah Hak Asasi Kekinian Oleh Domu P. Sihite

Abstraksi: Hak asasi manusia (HAM) adalah anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang melekat (inheren) pada diri manusia, bersifat kodrati,
berlangsung sepanjang hidup manusia dan universal. Oleh karena itu, segala bentuk pelanggaran terhadap HAM merupakan pengingkaran terhadap harkat dan martabat manusia yang diterimanya sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa.

HAM dan Polri dalam Penegakan Hukum di Indonesia Oleh Iza Fadri

Abstraksi: Currently, human rights is getting a crucial issue not only on the national level but also the international. Since 1999, the
attention of human rights and law enforcement in Indonesia has increased significantly. The government institution which often
involved directly with the human rights issue is the police. The issue of human rights is always integrated with the law enforcement need a legal frame work for the application in the field. Human rights violations are not only done by the member of the society but also by the law upholders. In many cases, the use of forces by the police in critical situations are permitted by the law for example to protect the public security and police officers them selves. What is the kind of human rights violation by the police and what does the society know about the definition of human rights violation? In this paper, we tried to discuss the police duty and issue of human rights violation in Indonesia and the consequences of violating the human rights based on the legal frame-work of the Indonesian law.

OASE

Negara Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Pendekatan Hukum Progresif Oleh Yance Arizona

Abstraksi: Tulisan ini berisi tiga pokok bahasan berkaitan dengan negara hukum, hak asasi manusia dan pendekatan hukum progresif. Pertama, akan dibahas tentang apa sebenarnya hukum progresif, apa asumsi-asumsi pokoknya dan mengapa ia penting dikemukakan dalam diskursus hukum di Indonesia. Kedua, membahas pilar pokok negara hukum dalam pendekatan hukum progresif dan bagaimana posisinya dalam konstelasi aliran pemikiran tentang negara hukum di Indonesia. Ketiga, membahas posisi hak asasi manusia dalam perkembangan wacana yang menaungi gagasan hukum progresif. Frame yang digunakan adalah pemikiran perintis hukum progresif, Prof. Satjipto Rahardjo (1930-2010), dan beberapa tulisan penstudi lain tentang Satjipto Rahardjo dan Hukum Progresif.

TINJAUAN 

Film Imagining Argentina: Melawan Penghilangan Masa Lalu dengan Nujum Oleh I Gusti Agung Ayu Ratih

Title : Imagining Argentina
Directed by : Christopher Hampton
Produced by : Michael Peyser, Diane Sillan
Written by : Lawrence Thornton (novel),
Christopher Hampton
Starring : Antonio Banderas, Emma Thompson
Distributed by : Arenas Entertainment (USA)
Release date(s) : September 12, 2003
Running time : 107 minutes
Language : English

Film Imagining Argentina (2003) memberi kita secuplik gambaran tentang pengalaman sebuah keluarga menghadapi terorisme negara di masa lalu. Antara 1976-1983 rakyat Argentina mengalami apa yang disebut Perang Kotor (Guerra Sucia) selama pemerintahan diktator militer di bawah pimpinan Jendral Jorge Rafael Videla. Perang ini merupakan bagian dari Operasi Kondor (Operación Cóndor), operasi intelijen dan pembunuhan, yang didukung oleh Amerika Serikat untuk menghabisi gerakan kiri di negeri-negeri Amerika Selatan,
seperti Bolivia, Brazil, Chile, Uruguay dan Paraguay.
---



Downloads
Artikel Terkait