Tanjung Priuk - Elsam.or.id Tanjung Priuk

 
Dokumen Tanjung Priuk

Peristiwa Tanjung Priok terjadi pada tanggal 12 September 1984. Peristiwa tersebut diawali dengan penahanan terhadap empat orang pengurus mesjid di daerah Tanjung Priok, dan kemudian ceramah yang dilakukan oleh beberapa Muballigh, diantaranya Amir Biki, dan dihadiri ribuan massa. Ceramah tersebut mengulas berbagai persoalan social politik yang terjadi di Indonesia, seperti masalah asas tunggal, dominasi China atas perekonomian Indonesia, pembatasan izin dakwah dan permintaan untuk membebaskan orang-orang yang ditangkap tersebut.

Setelah ceramah usai, massa bergerak menuju Polsek dan Koramil setempat. Namun, sebelum massa tiba di tempat yang dituju, secara tiba-tiba mereka telah dikepung oleh pasukan bersenjata berat, dan kemudian diikuti dengan suarat tembakan yang membabi terhadap kerumunan massa. Tidak lama kemudian, korbanpun bergelimpangan menjadi mayat. Menurut versi pemerintah, korban yang jatuh dalam peristiwa tersebut adalah 28 orang. Sedangkan, menurut pihak korban menyebutkan bahwa korban yang jatuh sekitar 700-an orang. Kemudian setelah peristiwa tersebut terjadi penangkapan-penangkapan terhadap orang-orang yang dicurigai terlibat, seperti Abdul Qodir Jaelani, Tony Ardi, Mawardi Noor dan Oesmany Al Hamidy.




Artikel Terkait