Transitional Justice - Elsam.or.id Transitional Justice Jurnal DIGNITAS Volume I No. I Tahun 2003

Menuju Radical Justice: Paradigma Keadilan Transisional yang Preferensial

Mengikuti gelombang ketiga demokratisasi sebagaimana digambarkan Huntington atau genealogi tahap ketiga transitional justice seperti digambarkan Teitel, tidak bisa disangkal lagi bahwa fenomena transisi telah menjadi sebuah lapangan studi yang bertumbuh pesat belakangan ini. Ia terletak  dalam irisan antara lingkar studi jurisprudensi atau ilmu hukum, hubungan internasional atau studi politik komparatif, dan teori politik atau ilmu politik. Karena itu tidak heran kalau terdapat banyak sekali literature seputar diskursus tersebut yang dihasilkan oleh berbagai pakar dari berbagai disiplin ilmu. Secara umum, para pakar itu mengajukan berbagai pertanyaan mendasar dalam konteks pemerintahan dan mayarakat transisional, antara lain: Apa dan mengapa mengingat masa lampau? Bagaimana menggambarkan masa lampau itu? Apa yang dan sebaiknya dilakukan soal masa lampau itu? Dan, bagaimana semua hal ini mungkin (atau akan) mempengaruhi masyarakat baik sekarang ini maupun di masa depan?


Dignitas - Jurnal Hak Asasi Manusia
Volume I No. I Tahun 2003
ISSN 1693-3559
212 hal.
Harga: Rp 20.000


Daftar Isi:
Pengantar Redaksi

Fokus Kajian
Menyelesaikan Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Masa lalu: Masalah Indonesia Pasca-Transisi Politik
oleh Agung Yudhawiranata


Politik Rekonsiliasi di Indonesia: Menuntut, Memaafkan, dan Melupakan
oleh Priyambudi Sulistiyanto


Landasan Teoretik
Menangani Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Masa Lalu: Prinsip-prinsip Penyelesaian dan Kendala
Oleh Jose Zalaquett


Apa yang Harus Dilakukan terhadap Orang yang Bersalah
Oleh Aryeh Neier


Menyikapi Kekejaman: Tinjauan terhadap Mekanisme Pertanggungjawaban terhadap Pelanggaran Massal Hak Asasi Manusia
Oleh Neil J. Kritz


Sorotan
Jalan Terjal Menggapai Keadilan: Quo Vadis Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi?
Oleh Togi Simanjuntak


Tinjauan Wacana
Keadilan Transisional: Sebuah Pencarian Keadilan dalam Remang Menjelang Fajar
oleh Eddie Riyadi Terre






Artikel Terkait